MATAHARIKU

tertutup pintu sudah pintu hatiku
yang pernah dibuka waktu
hanya untukmu
kini kau pergi
dari hidupku
ku harus relakanmu walau aku tak mau
berjuta warna pelangi
didalam hati
sejenak luluh bergeming menjauh pergi
tak ada lagi
cahaya suci semua nada beranjak
aku terdiam sepi
dengarlah matahariku
suara tangisanku
ku bersedih karena panas cinta menusuk jantungku
ucapkan matahariku
puisi tentang hidup
tentangku yang tak mampu
menaklukkan waktu

Matahari….
aku pamit pergi
ingin ku raih sekelumit cerita indah
bersamanya
matahari….
bukankah ku juga berhak bahagia
bukankah ku juga berhak tinggalkan derita
sudah sekian lama bukan

matahari….
aku belum mengenalnya secara “utuh”
tapi ku ingin menyempurnakan dien ku dengannya
hanya dengannya
matahari….
ku baru mengenalnya
teramat baru
dan baru sadar bahwa ku teramat membutuhkannya
matahari….
ku sering membohonginya
menangis pura-pura
hanya sekedar mencuri perhatiannya
tangisan pertamaku
ketika alunan ayat suci keluar dari bibirnya
bukan menangis karena kusadar ku cinta dia
tapi menangis, mengapa tidak dari semula menyukainya
matahari….
kupunya cita- cita yang indah bersamanya
walau terkadang sebersit perasaan ragu muncul
akankah dia bisa mencinta
seperti ku mencintanya
matahari….
izinkan aku pergi
ikhlaskan ku bersamanya
biarkan ku tak mengingatmu lagi
ketikaku bersamanya
pun ketika ku jatuh, kecewa pada dirinya
jangan ingatkan ku padamu lagi, wahai matahari
matahari….
ku ingin selalu bersamanya
tidak hanya mendengar suaranya
tapi bisa jua merasakannya
mendengarkan detak jantungnya
merasakan apa yang dirasakannya
suka cita duka derita
bahagia dan sengsara ditanggung berdua
matahari….
kuingin mendampinginya
ketika ia bangun sebelum subuh menjelang
mengantarnya dan mengecupnya
ketika pergi mencari nafkah buat ku dan anak2 ku kelak
menunggunya
dan tersenyum ketika lelah dirasakannya
pulang ketika senja mulai merona
matahari….
kuingin menemaninya
dalam keadaan apapun
gelap malam dan ia harus terjaga
mengerjakan tugas yang dibawanya
keistana kami
matahari izinkan kami bahagia
matahari… wahai matahari

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.