Akhirnya, setelah lama tidak memainkan jemari di keyboard ini , tidak bermain kata- kata dalam untaian tiap rangkaian membentuk kalimat penuh hikmah, bercerita berbagi keluh kesah, bisa kembali berkisah tentang perjalanan hidup. “Belajarlah dari tiap keadaan”. Kejadian berawal ketika bertemu teman lama, membuat fikiran kembali fres, terbuka berbagai wacana baru dan mendapatkan hal- hal serta ilmu baru ehmmmm betapa indahnya ukhuwah, mengapa Rasullulah mengatakan “siraturahmi merupakan penyambung umur”, bukan umur yang kita persepsikan sebagai usia sekarang, tapi umur ialah bagaimana kita membuat dan memaknai hidup yang hanya sekedar singgah sebentar ini sebagai upaya untuk membuatnya berkah, tidak terbuang percuma. Termaksud membahas masalah- masalah yang membuat wawasan kita semakin luas tentang banyak hal. “Waktu ibarat pedang”, ungkapan dari sahabat nabi, sang singa padang pasir yang hanya sekedar mendengar namanya saja para iblis lari kocar kacir.
Semua ku explore secara lugas, mengharap ada umpan balik dari sahabat yang selama ini ku yakin punya pandangan luas nan islami dalam hal ini, walaupun terkadang kurang aplikatif, Upsss sorry dab !!! he he maklum seniman sableng, ku harap sebutan ini tidak membuatnya membuat comen yang nggak enak tentang aku. 2,5 jam waktu kami bertemu dan sharing terasa berharga dan sungguh tidak terasa, maklum beliau orang yang super sibuk. Bolak balik Yogya- Solo ditambah dengan seabrek kegiatan seni lainnya membuat intensitas pertemuan kami bisa di hitung dengan jempol !!!
Obrolan berawal dari seputar hobi. Film dokumenter, Fotografi, Jurnalistik, semua dibahas tuntas hingga mentok ke masalah hubungan pria dan wanita loh kok bisa??? masalah manusia memang tidak pernah terlepas dari itu semua, hingga celetukan ku membuat topik pembicaraan putar haluan. Aku jabarkan apa yang ada di benak dan diriku selama ini, mengharap teman yang selama ini ku cari untuk berbagi hadir di depan mata, kapan lagi bisa mengeluarkan uneg- uneg yang menjadi sedikit ganjalan selama ini.
Ketika suatu hubungan sudah mencapai titik dimana “perubahan status” tidak dapat terelakkan lagi, ketika beban tanggung jawab yang besar telah menanti, ketakutan- ketakutan yang tidak beralasan lainnya, seperti ; merasa status baru merupakan pengekangan diri, mematikan kreatifitas dan potensi pribadi untuk menjadi lebih dan lebih, sikap ‘penghambaan’ terhadap kemauan sang pemimpin keluarga, tunduk patuh terhadap kemauan yang mungkin tidak sejalan, melebur segala perbedaan dan keinginan diri, dan segudang alasan lainnya yang menjadi faktor mengapa muncul ketakutan semacam itu?
Kembali kepada pribadi masing- masing, tujuan yang ingin dicapai, apakah hanya ingin menghindari hingga dosa dapat terjauhi, sekedar ingin halal atau ingin merasakan ketentraman hidup dengan meninggalkan status kesendirian selama ini? atau sekedar menyatukan visi misi hidup, menyelaraskan life value (nilai hidup) yang berbeda- beda dari tiap individu, atau tujuan yang lebih normatif, menyempurnakan dien dan mencapai Ridho Nya?
Manusia yang baik akan mendapatkan yang baik pula, singkron kah realita nya? kita melihat begitu banyak fakta sebaliknya, orang yang sabar menemukan orang yang egois, orang yang keras serta pemarah mendapat orang yang berhati lembut, preman berjodoh dengan seorang yang alim, begitupun secara fisik, manusia berwajah menawan mendapatkan yang sebaliknya, adil kah Tuhan ataukah Dia berbohong? kesalahan hamba atau memang takdir yang bermain disanaatau mungkin ada suatu hikmah dan kebenaran secara implisit yang di rancang Tuhan kepada orang yang Ulil Albab??? orang- orang yang menggunakan akal nya, mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada di semesta, melihat segala bentuk keadaan dengan mata hati nya dan menjadikan hawa nafsu sebagai budak bukan sebagai majikan, uhfff terlalu minim orang yang seperti itu atau mungkin mereka tersamarkan dengan banyaknya kemaksiatan dewasa ini.
Hanya tiap pribadi yang bisa menjawabnya bukan?





nandar_faiz berkata,
Agustus 31, 2008 @ 10:02 pm
Sebelumnya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadan puasa.
Rasanya saya masih punya janji yang belum saya tepati,
Sulit menmcarikan orang yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan ,
tapi percayalah ada saat nya moment itu,
sukses selalu