Menjelang malam ke 13…. 10 hari pertama telah terlewati dengan rasa “teramat biasa”. Ramadhan yang terlewat hampir ke 24 kalinya!!! Entah sampai kapan bisa menikmati ramadhan lagi, ke 25 atau tidak akan pernah selamanya. Kegersangan dan rasa ingintau serta pencarian yang panjang stagnan taqarrub dengan Nya, kali ini tidak sama sekali.
Ada apakah dengan ku? Sekedar tanya, tetapi tidak ada rasa ingin mencari tahu lebih dalam. Biarkan semua berlalu, tanpa ada jawaban secara eksplisit mungkin. Ada dahaga, ada gundah, takut pada Nya, tapi entahlah. ”semua” terabaikan, apakah pengaruh cinta sebegini dalam? Membutakan semuanya, bahkan nurani sekalipun!!!
disini. Tidak seperti ramadhan yang lalu, penuh dengan semangat beribadah
Ingin rasanya mengulang masalalu, tanpa ada dia. Hanya ada aku dan Dia. Tetapi semua tidak akan bisa, ataukah mungkin kami bisa bersama, menggabungkan menjadi kesatuan utuh, cinta murni tertuju pada Nya, berdua meraih Ridho Nya, tanpa ada dahaga dan gundah. Menjadikan Ramadhan kali ini menjadi sesuatu yang teramat luar biasa, luar biasa karena keberadaannya?
Bukankah ramadhan penuh dengan rahmat dan maghfirah Nya? Mengapa tidak mencoba ”berbaikan” dengan Nya, bukankah sesuatu hal yang bukan mustahil dilakukan? Mengetuk pintu Nya, untuk yang kesekian ribu kalipun, tanpa ragu Dia akan bukakan untuk mu. Sungkan, malu, bukankah pertanda kau masih punya iman? ”al hayya’u minal iman” malu itu sebagian dari iman, perkataan sang revolusioner islam. Mengapa juga malu pada yang memberi kehidupan, jika tidak pada Nya meminta, kepada siapa lagi? Atau kau merasa enggan karena kesombongan dan keegoisanmu, padahal sungguh tidak akan berguna semuanya itu.
Masih ada waktu, selagi kau punya tekad dan kemauan yang kuat kemudian istiqomah! Tidak apa- apa, bukankah seorang hamba tempat salah dan khilaf, ketika kau memohon ampunan maka ”tugas”Tuhan adalah memaafkan. Ketika kau merasa gersang dan selalu merasa sendiri, dan kau mengingat Nya, maka seketika itu pula kau akan merasa tentram karena kehadiran Nya di hatimu. Ketika kau butuh Dia untuk selalu menjadi penopang dan menguatkan tiap sendi tubuh dan rongga dadamu, maka seketika itu pula Dia ada menemanimu. Tidak pernah meninggalkanmu barang sekejap!!! Teriring dengan amal perbuatanmu tentunya, ”keterpedayaan adalah berbuat dosa sambil berharap maaf tanpa penyesalan, mengharap dekat dengan Nya tanpa berbuat ketaatan” tentu sia- sia. Uhhfff… butuh seseorang yang bisa mengajak dan memimpinku untuk menuju ke kebaikan, ke Ridho dan ampunan Nya, seseorang yang luar biasa dan bisa menjadikan ramadhanku luar biasa pula. Amin




